88prediksibola.com – Tim Terbaik, Liverpool sukses jadi juara Liga Champions 2018-2019 sesudah menaklukkan Tottenham Hotspur 2-0 dalam pertandingan final. Sabtu (1/6/2019) di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid. Dengan kesuksesan Liverpool jadi juara. Lumrah bila setelah itu Team Paling baik Liga Champions 2018-2019 didominasi pemain Si Merah. Pengamat tehnik UEFA sudah pilih 20 pemain yang masuk dalam Team Paling baik Liga Champions 2018-2019..

Anggota pengamat tehnik UEFA yang bekerja pilih pemain merupakan Thomas Schaaf (Jerman), Peter Rudbaek (Denmark), David Moyes (Skotlandia), Raul Gonzalez (Spanyol), Packie Bonner (Irlandia), Michael O’Neill (Irlandia Utara), Gareth Southgate (Inggris), Roberto Martinez (Spanyol), serta Gines Melendez (Spanyol)..

Liverpool kirim 6 pemain ke Team Paling baik Liga Champions2018-2019. Mereka merupakan penjaga gawang Alisson, bek Trent Alexander-Arnold, Virgil van Dijk, serta Andy Robertson, gelandang Georginio Wijnaldum, serta striker Sadio Mane. Yang menarik, kapten Liverpool, Jordan Henderson, serta striker Mohamed Salah tidak dipilih.

Tim Terbaik, Ajax memang ada jadi surprise di Liga Champions

Walau sebenarnya, Tim Terbaik pemain yang klubnya telah roboh di set 16 besar. ((Tanguy Ndombele/Lyon) atau 8 besar (Cristiano Ronaldo/Juventus serta Kevin De Bruyne-Raheem Sterling/Manchester City) dapat dipilih masuk team yang diimpikan ini. Saingan paling dekat Liverpool jadi club yang mempunyai wakil terbanyak merupakan Ajax Amsterdam..

Ajax memang ada jadi surprise di Liga Champions musim ini dengan kesuksesan tampil dari Tim Terbaik set kwalifikasi II sampai semi final. Dalam perjalanannya, Ajax singkirkan Real Madrid serta Juventus. Ajax kirim 5 pemain, yakni bek Matthijs de Ligt, gelandang Hakim Ziyech, Frenkie de Jong, serta David Neres, dan striker Dusan Tadic..

Tottenham Hotspur sendiri jadi runner-up cuma mempunyai 3 pemain di Team Paling baik Liga Champions 2018-2019. Team Paling baik Liga Champions 2018-2019: Penjaga gawang: Marc-Andre ter Stegen (Barcelona), Alisson (Liverpool) Bek: Trent Alexander-Arnold (Liverpool), Virgil van Dijk (Liverpool), Andy Robertson (Liverpool), Matthijs de Ligt (Ajax), Jan Vertonghen (Tottenham Hotspur).

Gelandang: Kevin De Bruyne (Manchester City), Moussa Sissoko (Tottenham Hotspur), Hakim Ziyech (Ajax), Frenkie de Jong (Ajax), Tanguy Ndombele (Lyon), Georginio Wijnaldum (Liverpool), David Neres (Ajax) Striker: Raheem Sterling (Manchester City), Lucas Moura (Tottenham Hotspur), Dusan Tadic (Ajax), Lionel Messi (Barcelona), Cristiano Ronaldo (Juventus), Sadio Mane (Liverpool)

Tim Terbaik

Liverpool Juara Liga Champions, Nasib Apes Coutinho Mirip Ibrahimovic

Gelandang serang FC Barcelona, Philippe Coutinho, diberondong sindiran oleh fan Liverpool bersamaan keberhasilan The Reds juara Liga Champions musim ini. “Saya begitu ingin memenangkan gelar yang besar, itu fakta saya masuk di sini,” sebut Philippe Coutinho sesudah persemian transfernya dari Liverpool ke Barcelona..

Pernyataan itu dibeberkan pada Februari 2018 atau satu bulan sesudah Barca pecahkan rekor transfer buat mencaplok sang playmaker dari Liverpool. Bukannya mencapai trofi agung yang diharapkan (Liga Champions). Coutinho harus melihat club yang dibiarkan mengusung trofi Si Kuping Besar satu tahun setelah itu. 

Sabtu (1/6/2019), Liverpool memenangkan final Liga Champions sesudah menekuk Tottenham Hotspur 2-0 di Wanda Metropolitano, Madrid..Bukanlah juara sesuai dengan yang diimpikan, Coutinho bersama dengan Barcelona gagal dengan menegangkan pada set semi final di tangan bekas klubnya itu, Liverpool. 

Coutinho tidak dapat banyak berbuat saat kembali pada Anfield jadi lawan serta Barcelona dihajar Liverpool 0-4 pada legkedua..Hasil itu menebus kekalahan The Reds 0-3 pada pertemuan pertama di Camp Nou. Coutinho sendiri tampil dalam dua laga itu, semasing sepanjang satu jam pertandingan, tanpa ada andil gol atau assist. Nasib apes yang menerpa Philippe Coutinho mirip-mirip dengan apa yang dihadapi Zlatan Ibrahimovic pada Liga Champions 2009-2010..

Saat itu, Ibra juga memainkan musim bersama dengan Barcelona dengan keinginan memenangkan Liga Champions sesudah diambil dari Inter Milan pada Juli 2009. Tetapi, sasaran itu hancur juga di tangan sang bekas club pada set semi final. Seperti dalam Coutinho, Ibrahimovic tampil dalam dua pertemuan kontra Inter Milan dengan tampilan semasing sampai menit 60-an..Hasilnya sama.

Barca tersisih menegangkan, Inter Milan maju ke final, serta Ibra harus melihat mereka menyapu gelar Liga Champions 2009-2010. Sampai saat ini. Trofi Liga Champions jadi gelar yang belum singgah di daftar kisah karir bomber gaek yang sekarang menguatkan LA Galaxy itu.

Advertisements